TEKNIK ANALISIS DAN
LAPORAN KEUANGAN
PENGERTIAN, TUJUAN, DAN TEKNIK
ANALISA LAPORAN KEUANGAN
Leopold A. Bernstein, memberi definisi
analisis laporan keuangan sebagai berikut “ Financial Statement Analysis is the judgemental
process that aims to evaluate the current and past financial positions and
result of operation of an enterprise, with primary objective of determining the
best possible estimates and predictions about future conditions and
performance”
Dengan kata lain definisi dari Analisis Laporan Keuangan adalah
: “ Merupakan suatu
proses untuk membedah laporan keuangan ke dalam unsur-unsurnya , menelaah
masing-masing unsur tersebut, dan menelaah hubungan diantara unsur-unsur
tersebut , dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik
dan tepat atas laporan keuangan itu sendiri”.
Analisis laporan keuangan mencakup
pengaplikasian berbagai alat dan teknik analisis pada laporan dan data keuangan
dalam rangka untuk memperoleh ukuran-ukuran dan hubungan-hubungan yang berarti
dan berguna dalam proses pengambilan keputusan.Dengan demikian fungsi yang pertama dan yang utama
dari analisis laporan keuangan adalah untuk mengkonversi data menjadi
informasi.
Analisis Laporan Keuangan dilakukan untuk mencapai
beberapa tujuan, diantaranya :
·
Digunakan sebagai alat screening awal dalam memilih
alternatif investasi atau merger.
·
Sebagai alat forecasting mengenai kondisi dan kinerja
keuangan di masa yang akan datang.
·
Sebagai proses
diagnosis terhadap masalah-masalah manajemen, operasi atau masalah lainnya.
·
Sebagai alat evaluasi
terhadap manajemen.
Dari semua tujuan tersebut, yang terpenting dari analisis laporan keuangan
adalah tujuannya untuk mengurangi ketergantungan para pengambil keputusan pada
dugaan murni, terkaan, dan intuisi. Selain itu juga untuk mengurangi dan mempersempit
lingkup ketidakpastian yang tidak bisa dielakkan pada setiap proses pengambilan
keputusan.
Dari sudut pandang manajemen, yang penting adalah bahwa laba yang dicapai
cukup tinggi, cara kerja cukup efisien, aktiva aman dan terjaga baik, struktur
permodalan sehat, dan perusahaan mempunyai rencana yang baik mengenai hari
depan baik di bidang keuangan maupun dibidang usaha atau operasi. Untuk
keperluan analisa-analisa tersebut, bagi manajemen yang merupakan pihak intern
perusahaan, informasi yang lengkap dan terperinci akan tersedia.
Bagi pemegang saham, dalam menilai keberhasilan manajemen dalam memimpin
perusahaan, perhatian terutama ditujukan pada kemampuan perusahaan membayar
deviden dan bunga yang dihasilkan dari investasi dan pada kemungkinan-kemungkinan
yang dapat dicapai perusahaan pada waktu yang akan datang.
Analisa laporan keuangan meliputi penelahan tentang hubungan dan
kecenderungan atau trend untuk mengetahui apakah keadaan keuangan, hasil usaha,
dan kemajuan keuangan perusahaan memuaskan atau tidak memuaskan. Analisa
dilakukan dengan mengukur hubungan antara unsur-unsur laporan keuangan dan
bagaimana perubahan unsur-unsur itu dari tahun ke tahun untuk mengetahui arah
perkembangannya.
Dalam menganalisa laporan keuangan masing-masing pihak mempunyai
kepentingan sendiri-sendiri. Perbedaan kepentingan akan membawa perbedaan dalam
cara menganalisa laporan keuangan dan perbedaan dalam tekanan-tekanan yang
diberikan pada analisa tersebut. Dengan kata lain penafsiran atas hasil analisa
laporan keuangan suatu perusahaan akan tergantung pada kedudukan dan
kepentingan masing-masing pihak terhadap perusahaan yang bersangkutan.
Dari sudut pandang kreditur jangka pendek, seperti bank-bank dan
pedagang-pedagang besar, yang penting adalah menilai kemampuan perusahaan dalam
membayar hutang-hutang jangka pendeknya (likuiditas perusahaan). Sedang bagi
kreditur jangka panjang yang penting adalah bagaimana tingkat pendapatan
perusahaan sekarang maupun waktu-waktu yang akan datang yaitu prospek ekonomis
dari perusahaan yang diberi kredit. Dari tingkat pendapatan perusahaan akan
dapat dinilai bagaimana kemampuan perusahaan dalam membayar bunga dan angsuran
pinjaman secara teratur.
Pihak lain lagi seperti pemerintah dan karyawan perusahaan, kepentingannya
berhubungangan dengan soal kesempatan kerja, peningkatan hasil produksi,
penarikan pajak sebagai salah satu sumber anggaran belanja negara, pelaksanaan
kebijaksanaan ekonomi dari pemerintah. Bagi karyawan yang penting adalah soal
gaji atau upah dan insentif-insentif lainnya.
Tujuan analisis laporan keuangan adalah untuk membantu agar pengambilan
keputusan dalam bidang keuangan menjadi lebih cepat, cermat, tepat dan akurat.
Metode dan Teknik
Analisa
Ada beberapa macam metode dan teknik analisa laporan keuangan yang dapat
dibuat. Metode dan teknik analisa laporan keuangan tersebut antara lain seperti
disebutkan di bawah ini:
Analisa perbandingan neraca, laporan laba-rugi, dan laporan laba yang
ditahan dengan menunjukkan:
data absolut (jumlah dalam rupiah);
kenaikan dan penurunan dalam jumlah rupiah;
kenaikan dan penurunan dalam persen;
perbandingan yang dinyatakan dalam ratio;
·
persentase dari total.
·
Analisa perubahan
modal kerja
·
Analisa trend dari
ratio unsur-unsur neraca dan data operasi yang ada kaitannya.
·
Analisa persentase per
komponen dari neraca dan laporan laba-rugi.
·
Analisa ratio yang
memperlihatkan hubungan beberapa unsur neraca, laporan laba-rugi, dan kedua
laporan keuangan tersebut.
·
Analisa perbandingan
dengan ratio industri.
·
Analisa perubahan pendapatan
netto atau analisa perubahan laba bruto.
·
Analisa titik impas
atau analisa break-even point.
·
Jenis Analisa
Ada beberapa jenis analisa yang dapat dilakukan, yakni: analisa internal,
analisa eksternal, analisa horizontal, dan analisa vertical.
Analisa Internal
Yaitu analisa yang dilakukan oleh mereka yang bisa mendapatkan informasi
yang lengkap dan terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa demikian
terutama dilakukan oleh manajemen dalam mengukur efisiensi usaha dan
menjelaskan perubahan yang terjadi dalam kondisi keuangan. Bagi seorang
penganalisa intern, selain laporan-laporan keuangan yang diumumkan pada publik,
juga tersedia laporan-laporan intern yang biasa tidak diumumkan dan hanya
dipakai untuk maksud-maksud intern.
Analisa Eksternal
Yaitu analisa yang dilakukan oleh mereka yang tidak bisa mendapatkan data
yang terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa demikian dilakukan oleh
bank-bank, para kreditur, pemegang saham, calon pemegang saham dan lain-lain
seperti dalam hal mengukur tingkat likuiditas dan profitabilitas. Bagi seorang
penganalisa ekstern hanya tersedia laporan-laporan keuangan yang lazimnya
diumumkan pada publik yaitu neraca dan laporan laba-rugi. Karena terbatasnya
data yang bisa didapatkan oleh penganalisa ekstern maka analisa tersebut tentu
tidak bisa sedemikian mendalam seperti yang dilakukan oleh seorang penganalisa
intern.
Analisa Horisontal
Yaitu analisa perkembangan data keuangan dan data operasi perusahaan dari
tahun ke tahun guna mengetahui kekuatan aatu kelemahan keuangan perusahaan yang
bersangkutan. Analisis ini terdiri dari Comparative statements dan Index Number
Series
Analisa Vertikal
Yaitu analisa laporan keuangan yang terbatas hanya pada satu periode
akuntansi saja. Analisis ini terdiri dari Common Size financial statement dan
Ratio Analysis.
Seringkali laporan keuangan disederhanakan untuk mengetahui posisi relatif
suatu rekening dalam laporan keuangan. Teknik penyederhanaannya yaitu:
Teknik Analisis Common
Size
Analisis ini merubah angka-angka yang ada dalam neraca dan laporan
laba-rugi menjadi persentase berdasarkan dasar tertentu. Untuk angka-angka yang
ada di neraca, common base-nya adalah total aktiva. Dengan kata lain, total
aktiva dipergunakan sebagai 100%
Teknik Analisis Indeks
Analisis ini merubah semua angka dalam laporan keuangan pada tahun dasar
menjadi 100. Pemilihan tahun dasar adalah tahun yang dipandang sebagai tahun
normal, bukan selalu tahun yang paling awal. Demikian analisis ini dilakukan
untuk melihat perkembangan dari waktu ke waktu.
Prosedur analisis meliputi tahapan sebagai berikut:
·
Review Data Laporan
Keuangan
Merupakan aktivitas penyesuaian data laporan keuangan terhadap berbagai
hal, baik sifat/jenis perusahaan yang melaporkan maupun system akuntansi yang
berlaku.
·
Menghitung
Dengan menggunakan berbagai metode dan teknik analisis dilakukan
perhitungan-perhitungan, baik metode perbandingan, persentase per komponen,
analisis rasio keuangan, dan lain-lain.
·
Membandingkan/Mengukur
Langkah berikutnya setelah melakukan perhitungan adalah
membandingkan/mengukur. Langkah ini diperlukan guna mengetahui kondisi hasil
perhitungan tersebut.
·
Menginterpretasi
Interpretasi merupakan inti dari proses analisa sebagai perpaduan antara
hasil pembandingan/pengukuran dengan kaidah teoritik yang berlaku. Hasil
interpretasi mencerminkan keberhasilan maupun permasalahan apa yang dicapai
perusahaan dalam pengelolaan keuangan.
·
Solusi
Merupakan langkah terakhir dari rangkaian prosedur analisa. Dengan memahami
problem keuangan yang dihadapi perusahaan maka akan ditempuh solusi yang tepat.
Laporan Keuangan yang
Diperbandingkan
Dalam analisa laporan keuangan, perincian jumlah sen biasanya dapat
dihilangkan. Pembulatan data keuangan dan hasil usaha atau operasi dalalml
ribuan atau jutaan rupiah tidak akan mempengaruhi dalam perhitungan ratio,
persentase, dan perbandingan karena sifat hubungan itu sebenarnya tidak
berubah.
Membandingkan data neraca untuk dua periode atau lebih bertujuan
untuk mengetahui adanya kenaikan atau penurunan jumlah absolut (dalam rupiah)
dan dalam persentase. Perubahan ini penting karena dapat memberi petunjuk arah
perkembangan kondisi keuangan perusahaan.
Analisa perbandingan tersaebut biasanya juga dilengkapi dengan ratio. Ratio
ini dihitung dengan cara membagi jumlah rupiah tahun sedang berjalan dengan
jumlah rupiah tahun sebelumnya sebagai tahun dasar. Ratio kurang dari satu
berarti jumlah rupiah tahun yang sedang berjalan lebih kecil dari jumlah rupiah
tahun dasar, sebaliknya ratio lebih dari satu berarti jumlah rupiah tahun yang
sedang berjalan lebih besar dari jumlah rupiah tahun dasar.
Jumlah Kumulatif dan
Rata-rata
Analisa perbandingan dapat diperluas dengan menunjukkan jumlah
kumulatif dan angka rata-rata tahunan. Selanjutnya akan dapat dianalisa
apakah data yang ada menyimpang dari angka rata-rata tahunan tersebut. Apabila
terjadi penyimpangan, kemudian dapat dicari faktor-faktor penyebabnya, dan
dapat disimpulkan apakah penyimpangan tersebut menguntungkan atau merugikan.
Interpretasi Laporan
Keuangan yang Diperbandingkan
Dari laporan keuangan yang diperbandingkan, dengan menunjukkan perubahannya
secara absolut (dalam jumlah rupiah) dan perubahan secara relatif (dalam
persen), analisa dapat dilakukan dengan melihat perubahan masing-masing unsur
secara individual dan melihat gabungan beberapa unsur yang ada kaitannya.
Perbedaan-perbedaan yang terjadi dicari faktor-faktor penyebabnya dan dapat
dinilai apakah perubahan-perubahan itu bersifat menguntungkan.
Analisa Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan merupakan analisis dengan jalan membandingkan suatu
pos dengan pos laporan keuangan lainnya baik secara individu maupun
bersama-sama guna mengetahui hubungan di antara pos-pos tertentu baik dalam
neraca maupun laporan laba-rugi. Berikut ini kategori rasio keuangan menurut Weston
dan Brigham:
Rasio dan Tujuan Penggunaan :
·
Rasio Likuiditas
Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiabn jangka pendeknya.
·
Rasio Leverage
Untuk mengukur sejauhmana kebutuhan keuangan perusahaan dibelanjai dengan dana
pinjaman.
·
Rasio Aktivitas
Untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengoperasikan dana.
·
Rasio
Profitabilitas Untuk mengukur efektivitas manajemen yang tercermin pada
imbalan hasil dari investasi melalui kegiatan penjulan.
·
Rasio
Pertumbuhan Untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam mempertahankan kedudukannya dalam pertumbuhan perekonomian dan
dalam industri.
·
Rasio
Valuasi Untuk mengukur performance perusahaan
secara keseluruhan, karena rasio ini merupakan pencerminan dari rasio resiko
dan rasio imbalan hasil
Sedangkan dalam Modul Teori dan Praktik Akuntansi Keuangan USAP Review,
Analisis Rasio diuraikan seperti berikut ini:
Profitabilitas
Analisis ini berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam manghasilkan
laba dan sejauh mana efektifitas pengelolaan perusahaan pada masa-masa yang
lalu. Karena alasan keberadaan sebagian besar perusahaan adalah untuk
mendapatkan laba, rasio profitabilitas merupakan salah satu rasio keuangan yang
signifikan. Analisis ini meliputi:
·
Marjin Laba atas
Penjualan
·
Tingkat Pengembalian
atas Total Aktiva
·
Tingkat Pengembalian
atas Ekuitas Pemegang Saham
·
Tingkat Pengembalian
atas Ekuitas
·
Laba per saham
·
Dividen per saham
·
Tingkat pembayaran
dividen
·
Hasil atas Saham Biasa
·
Rasio Harga-Laba
·
Likuiditas
Analisis ini bertujuan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban jangka pendek beserta bunganya pada saat tanggal jatuh tempo.
Analisis likuiditas yang paling lazim antara lain sebagai berikut:
·
Rasio Lancar
·
Rasio Cepat
·
Defensive Internal
Ratio
·
Solvabilitas
Rasio solvabilitas yang biasanya dihitung adalah sebagai berikut:
·
Rasio Ekuitas Pemegang
saham terhadap total kewajiban.
·
Kelipatan bunga
terhadap laba
·
Nilai buku per saham
·
Arus kas per lembar
·
Aktivitas
Analisis ini digunakan untuk mengukur sampai sejauh mana efisiensi
perusahaan dalam penggunaan aktivanya. Analisis yang sering digunakan adalah:
Perputaran piutang usaha
Jumlah Penjualan Harian dalam piutang
Tingkat perputaran persediaan
Perputaran total aktiva
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar