Jumat, 09 Januari 2015

KONSEP ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

1.   Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Terdiri dari 2 kata :
1.    Analisis, yang berarti penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan, memecahkan atau menguraikan sesuatu unit menjadi berbagai unit terkecil.
2.    Laporan keuangan, meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan.
Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang digunakan untuk mengkomunikasikan keadaan keuangan atau prestasi manajeman dengan pihak yang berkepentingan. Dengan laporan keuangan kita akan mengetahui kondisi keuangan suatu badan usaha. Jadi analisis laporan keuangan merupakan proses untuk membedah laporan keuangan, menelaah masing-masing unsur dan menelaah hubungan di antara unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan.
Analisis laporan keuangan memiliki sifat – sifat sebagai berikut :
1.    Fokus laporan adalah Laporan Laba Rugi, Neraca, Arus Kas, yang merupakan akumulasi transaksi dari kejadian histories dan penyebab terjadinya dalam suatu perusahaan
2.    Prediksi, analisis mengkaji implikasi kejadian yang telah berlalu terhadap dampak dan prospek perkembangan keuangan perusahaan dimasa yang akan datang.
3.    Dasar analisis adalah laporan keuangan yang memiliki sifat dan prinsip tersendiri sehingga analisis sangat tergantung pada kualitas laporan ini. Penguasaan pada sifat akuntansi, prinsip akuntansi sangat diperlukan dalam menganalisis laporan keuangan.
2.   Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Tujuan analisis laporan keuangan secara lengkap adalah sebagai berikut :
1.      Memberikan informasi yang  lebih luas, lebih dalam daripada yang terdapat dari laporan keuangan biasa.
2.      Menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata ( explicit ) dari suatu laporan keuangan atau yang berada dibalik laporan keuangan ( implicit )
3.      Mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan
4.      Membongkar hal – hal yang bersifat tidak konsisten dalam hubungannya dengan suatu laporan keuangan baik dikaitkan dengan komponen intern laporan keuangan maupun kaitannya dengan informasi yang diperoleh dari luar perusahaan
5.      Mengetahui sifat – sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan model – model dan teori – teori yang terdapat di lapangan seperti untuk prediksi, peningkatan
6.      Memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan, seperti :
·         Menilai prestasi keuangan
·         Memproyeksi keuangan perusahaan
·         Menilai kondisi keuangan masa lalu dan sekarang dari aspek tertentu :
a.       Posisis Keuangan
b.      Hasil usaha perusahaan
c.       Likuiditas
d.      Solvabilitas
e.      Aktivitas
f.        Rentabilitas
g.       Dan lain – lain
·         Menilai perkembangan dari waktu kewaktu
·         Melihat komposisi struktur keuangan dan arus dana
·         Menentukan peringkat perusahaan menurut criteria tertentu yang sudah dikenal dalam dunia bisnis
·         Membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lainnya
·         Memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami perusahaan, baik posisi keuangan, hasil usaha, struktur keuangan dan lain – lainnya
·         Memprediksi potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di masa yang kan datang.
3.   Objek Analisis Laporan Keuangan
1.    Analisis Laba Rugi
Merupakan media untuk mengetahui keberhasilan operasional perusahaan, keadaan usaha, kemampuan memperoleh laba, efektivitas operasi. Adapun yang menjadi focus analisisnya adalah :
Tren penjualan
Harga pokok produksi
Biaya over head
Margin yang diperoleh.
Poin – poin ini dapat dibandingkan dengan rata – rata prestasi perusahaan sejenis atau perusahaan tertentu yang dapat dianggap sebagai saingan atau berprestasi baik.

2.    Analisis Neraca.
Analisis neraca merupakan refleksi hasil yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu dan modal yang digunakan untuk melaksanakan dan mencapainya. Adapun yang menjadi focus adalah :
Mutu  dan kecukupan aktiva, hutang dan modal
Sifat dan jangka waktu siklus usaha perusahaan
Analisis struktur utang
Analisis Arus Kas
Analisis arus kas menunjukkan pergerakan arus kas dari mana sumber kas diperoleh dan kemana dialirkan yang bersumber dari operasional, pembiayaan dan investasi.
Ø Hasil analisis laporan keuangan akan bisa membuka tabir berikut ini :
1.    Kesalahan proses akuntansi seperti : kesalahan pencatatan, kesalahan pembukuan, kesalahan, jumlah, kesalahan perkiraan, kesalahan posting, kesalahan jurnal.
2.    Kesalahan lain yang disengaja. Misalnya tidak mencatat, pencatatan harga yang tidak wajar, menghilangkan data, income smoothing dan lain sebagainya.
4.   Unsur-unsur Terciptanya Laporan Keuangan
Ø Unsur yang mempengaruhi seperti :
–      Factor ekonomi.
–      factor industry
–      factor orientasi bisnis melalui keputusan-keputusan yang diambilnya baik berupa segmen bisnis, keputusan mengenai keuangan dan operasi
Gabungan factor-faktor ini bercampur dalam suatu unit entitas perusahaan. Transaksi yang terjadi dicatat melalui metode akuntansi yang standar dan akhirnya menghasilkan laporan keuangan yang dapat dijadikan sebagai informasi untuk pengambilan keputusan
5.   Keterbatasan Analisis Laporan Keuangan
Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah berlalu.
Laporan keuangan menggambarkan nilai harga pokok atau pertukaran pada saat terjadinya transaksi
Laporan keuangan bersifat umum, dan tidak dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu.
Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan dalam memilih alternative
Laporan keuangan tidak mencakup informasi yang tidak material, batasan terhadap istilah dan jumlahnya agak kabur
Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian.
Laporan keuangan disusun dengan istilah – istilah teknis, dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi
Akuntansi didominasi dengan informasi kuantitatif
Perubahan daya beli uang tidak tergambar dalam laporan keuangan.
6.   Kelemahan Analisis Laporan Keuangan.
Objek Analisis laporan keuangan hanya didasarkan kepada laporan keuangan.
Objek analisis adalah data historis yang menggambarkan masa lalu dan kondisi ini bisa berbeda dengan dengan kondisi masa depan
Adanya perbedaan prinsip jika membandingkan suatu perusahaan dengan perusahaan yang lain
Kelemahan teknik analisis rasio, yaitu :
a.       Rasio diambil dari data akuntansi yang memiliki sifat – sifat tertentu yang memerlukan tafsiran tersendiri.
b.      Penentuan baik atau buruknya rasio turn over sangat relative dan memerlukan penafsiran tersendiri
c.       Standar pembandingan rasio umum juga perlu penafsiran khusus
d.      Laporan keuangan yang dianalisis tidak menggambarkan perubahan nilai uang dan tenaga belinya
7.  Jenis-jenis Analisa dalam laporan keuangan.
Ada beberapa jenis analisa yang dapat dilakukan yakni :
1. Analisa internal adalah analisa yang dilakukan oleh mereka yang bisa mendapatkan
informasi yang lengkap dan terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa ini biasa dilakukan oleh manajemen dalam mengukur efisiensi usaha dan menjelaskan perubahan yang terjadi dalam kondisi keuangan.
2. Analisa eksternal adalah analisa yang dilakukan oleh mereka yang tidak biasa
mendapatkan data yang terperinci mengenai suatu perusahaan. Bagi seorang penganalisa ektern hanya tersedia laporan keuangan yang lazinya diumumkan pada khalayak ramai yaitu neraca dan laporan laba rugi.
 3. Analisa horizontal adalah biasa juga disebut analisa dinamis yaitu analisa
perkembangn data keuangan dan data operasi perusahaan dari tahun-ketahun guna mengetahui kekuatan dan kelemahan keuangan yang bersangkutan.
 4. Analisa vertikal adalah biasa disebut analisa statis yaitu analisa laporan keuangan
yang terbatas pada satu periode akuntansi saja, misalnya berupa analisa ratio.
8.   Teknik – teknik Analisis Laporan Keuangan
 Dalam menganalisis laporan keuangan diperlukan beberapa teknik analisa diantaranya adalah:
Analisa Perbandingan Laporan Keuangan. Teknik ini dipergunakan dengan cara memperbandingkan laporan keuangan minimal 2 periode atau lebih, dengan menunjukkan:
·         Data absolut atau jumlah dalam rupiah.
·         Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah
·         Kenaikan atau penurunan dalam prosentase
·         Perbandingan dalam ratio
Analisa Tren (trend analysis). Analisa ini dipergunakan untuk mengetahui tendensi dari pada keuangan perusahaan. Apakah tendensinya naik, turun atau tetap? Dan analisa ini dinyatakan dalam prosentase.
Analisa Komponen (common size analysis). Teknik analisa ini dipergunakan untuk mengetahui prosentase investasi dari masing-masing aktiva. struktur permodalannya, komposisi pembiayaan maupun pendanaan serta kaitannya dengan penjualan.
Analisa sumber dan penggunaan modal kerja. Adalah suatu analisa untuk mengetahui sumber-sumber dan penggunaan modal kerja serta sebab-sebab perubahannya pada periode tertentu.
Analisa sumber dan penggunaan kas. Suatu analisa yang dipergunakan untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya uang kas  berikut sumber-sumber kas.
Analisa ratio. Adalah suatu teknik analisa untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dari pada laporan keuangan serta kombinasinya.
Analisa perubahan laba kotor. Suatu analisa yang dipakai untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor secara realitis dan anggarannya (budget) dari laporan tersebut.
Analisa Pulang Pokok (break event point analysis). Suatu teknik analisa yang dipergunakan untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai agar tidak menderita kerugian.




Referensi  :
http://oniiomad.wordpress.com/2011/02/15/analisis-laporan-keuangan/
TEKNIK ANALISIS DAN LAPORAN KEUANGAN


PENGERTIAN, TUJUAN, DAN TEKNIK ANALISA LAPORAN  KEUANGAN

Leopold A. Bernstein, memberi definisi analisis laporan keuangan sebagai berikut “ Financial Statement Analysis is the judgemental process that aims to evaluate the current and past financial positions and result of operation of an enterprise, with primary objective of determining the best possible estimates and predictions about future conditions and performance”
Dengan kata lain definisi dari Analisis Laporan Keuangan adalah :                      “ Merupakan suatu proses untuk membedah laporan keuangan ke dalam unsur-unsurnya , menelaah masing-masing unsur tersebut, dan menelaah hubungan diantara unsur-unsur tersebut , dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan itu sendiri”.
Analisis laporan keuangan mencakup pengaplikasian berbagai alat dan teknik analisis pada laporan dan data keuangan dalam rangka untuk memperoleh ukuran-ukuran dan hubungan-hubungan yang berarti dan berguna dalam proses pengambilan keputusan.Dengan demikian fungsi yang pertama dan yang utama dari analisis laporan keuangan adalah untuk mengkonversi data menjadi informasi.
Analisis Laporan Keuangan dilakukan untuk mencapai beberapa tujuan, diantaranya :
·         Digunakan sebagai alat screening awal dalam memilih alternatif investasi atau merger.
·         Sebagai alat forecasting mengenai kondisi dan kinerja keuangan di masa yang akan datang.
·         Sebagai proses diagnosis terhadap masalah-masalah manajemen, operasi atau masalah lainnya.
·         Sebagai alat evaluasi terhadap manajemen.
Dari semua tujuan tersebut, yang terpenting dari analisis laporan keuangan adalah tujuannya untuk mengurangi ketergantungan para pengambil keputusan pada dugaan murni, terkaan, dan intuisi. Selain itu juga untuk mengurangi dan mempersempit lingkup ketidakpastian yang tidak bisa dielakkan pada setiap proses pengambilan keputusan.

Dari sudut pandang manajemen, yang penting adalah bahwa laba yang dicapai cukup tinggi, cara kerja cukup efisien, aktiva aman dan terjaga baik, struktur permodalan sehat, dan perusahaan mempunyai rencana yang baik mengenai hari depan baik di bidang keuangan maupun dibidang usaha atau operasi. Untuk keperluan analisa-analisa tersebut, bagi manajemen yang merupakan pihak intern perusahaan, informasi yang lengkap dan terperinci akan tersedia.

Bagi pemegang saham, dalam menilai keberhasilan manajemen dalam memimpin perusahaan, perhatian terutama ditujukan pada kemampuan perusahaan membayar deviden dan bunga yang dihasilkan dari investasi dan pada kemungkinan-kemungkinan yang dapat dicapai perusahaan pada waktu yang akan datang.

Analisa laporan keuangan meliputi penelahan tentang hubungan dan kecenderungan atau trend untuk mengetahui apakah keadaan keuangan, hasil usaha, dan kemajuan keuangan perusahaan memuaskan atau tidak memuaskan. Analisa dilakukan dengan mengukur hubungan antara unsur-unsur laporan keuangan dan bagaimana perubahan unsur-unsur itu dari tahun ke tahun untuk mengetahui arah perkembangannya.

Dalam menganalisa laporan keuangan masing-masing pihak mempunyai kepentingan sendiri-sendiri. Perbedaan kepentingan akan membawa perbedaan dalam cara menganalisa laporan keuangan dan perbedaan dalam tekanan-tekanan yang diberikan pada analisa tersebut. Dengan kata lain penafsiran atas hasil analisa laporan keuangan suatu perusahaan akan tergantung pada kedudukan dan kepentingan masing-masing pihak terhadap perusahaan yang bersangkutan.

Dari sudut pandang kreditur jangka pendek, seperti bank-bank dan pedagang-pedagang besar, yang penting adalah menilai kemampuan perusahaan dalam membayar hutang-hutang jangka pendeknya (likuiditas perusahaan). Sedang bagi kreditur jangka panjang yang penting adalah bagaimana tingkat pendapatan perusahaan sekarang maupun waktu-waktu yang akan datang yaitu prospek ekonomis dari perusahaan yang diberi kredit. Dari tingkat pendapatan perusahaan akan dapat dinilai bagaimana kemampuan perusahaan dalam membayar bunga dan angsuran pinjaman secara teratur.

Pihak lain lagi seperti pemerintah dan karyawan perusahaan, kepentingannya berhubungangan dengan soal kesempatan kerja, peningkatan hasil produksi, penarikan pajak sebagai salah satu sumber anggaran belanja negara, pelaksanaan kebijaksanaan ekonomi dari pemerintah. Bagi karyawan yang penting adalah soal gaji atau upah dan insentif-insentif lainnya.

Tujuan analisis laporan keuangan adalah untuk membantu agar pengambilan keputusan dalam bidang keuangan menjadi lebih cepat, cermat, tepat dan akurat.

Metode dan Teknik Analisa
Ada beberapa macam metode dan teknik analisa laporan keuangan yang dapat dibuat. Metode dan teknik analisa laporan keuangan tersebut antara lain seperti disebutkan di bawah ini:
Analisa perbandingan neraca, laporan laba-rugi, dan laporan laba yang ditahan dengan menunjukkan:
data absolut (jumlah dalam rupiah);
kenaikan dan penurunan dalam jumlah rupiah;
kenaikan dan penurunan dalam persen;
perbandingan yang dinyatakan dalam ratio;
·         persentase dari total.
·         Analisa perubahan modal kerja
·         Analisa trend dari ratio unsur-unsur neraca dan data operasi yang ada kaitannya.
·         Analisa persentase per komponen dari neraca dan laporan laba-rugi.
·         Analisa ratio yang memperlihatkan hubungan beberapa unsur neraca, laporan laba-rugi, dan kedua laporan keuangan tersebut.
·         Analisa perbandingan dengan ratio industri.
·         Analisa perubahan pendapatan netto atau analisa perubahan laba bruto.
·         Analisa titik impas atau analisa break-even point.
·         Jenis Analisa

Ada beberapa jenis analisa yang dapat dilakukan, yakni: analisa internal, analisa eksternal, analisa horizontal, dan analisa vertical.

Analisa Internal
Yaitu analisa yang dilakukan oleh mereka yang bisa mendapatkan informasi yang lengkap dan terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa demikian terutama dilakukan oleh manajemen dalam mengukur efisiensi usaha dan menjelaskan perubahan yang terjadi dalam kondisi keuangan. Bagi seorang penganalisa intern, selain laporan-laporan keuangan yang diumumkan pada publik, juga tersedia laporan-laporan intern yang biasa tidak diumumkan dan hanya dipakai untuk maksud-maksud intern.

Analisa Eksternal
Yaitu analisa yang dilakukan oleh mereka yang tidak bisa mendapatkan data yang terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa demikian dilakukan oleh bank-bank, para kreditur, pemegang saham, calon pemegang saham dan lain-lain seperti dalam hal mengukur tingkat likuiditas dan profitabilitas. Bagi seorang penganalisa ekstern hanya tersedia laporan-laporan keuangan yang lazimnya diumumkan pada publik yaitu neraca dan laporan laba-rugi. Karena terbatasnya data yang bisa didapatkan oleh penganalisa ekstern maka analisa tersebut tentu tidak bisa sedemikian mendalam seperti yang dilakukan oleh seorang penganalisa intern.

Analisa Horisontal
Yaitu analisa perkembangan data keuangan dan data operasi perusahaan dari tahun ke tahun guna mengetahui kekuatan aatu kelemahan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Analisis ini terdiri dari Comparative statements dan Index Number Series

Analisa Vertikal
Yaitu analisa laporan keuangan yang terbatas hanya pada satu periode akuntansi saja. Analisis ini terdiri dari Common Size financial statement dan Ratio Analysis.
Seringkali laporan keuangan disederhanakan untuk mengetahui posisi relatif suatu rekening dalam laporan keuangan. Teknik penyederhanaannya yaitu:

Teknik Analisis Common Size
Analisis ini merubah angka-angka yang ada dalam neraca dan laporan laba-rugi menjadi persentase berdasarkan dasar tertentu. Untuk angka-angka yang ada di neraca, common base-nya adalah total aktiva. Dengan kata lain, total aktiva dipergunakan sebagai 100%

Teknik Analisis Indeks
Analisis ini merubah semua angka dalam laporan keuangan pada tahun dasar menjadi 100. Pemilihan tahun dasar adalah tahun yang dipandang sebagai tahun normal, bukan selalu tahun yang paling awal. Demikian analisis ini dilakukan untuk melihat perkembangan dari waktu ke waktu.

Prosedur analisis meliputi tahapan sebagai berikut:
·         Review Data Laporan Keuangan
Merupakan aktivitas penyesuaian data laporan keuangan terhadap berbagai hal, baik sifat/jenis perusahaan yang melaporkan maupun system akuntansi yang berlaku.
·         Menghitung
Dengan menggunakan berbagai metode dan teknik analisis dilakukan perhitungan-perhitungan, baik metode perbandingan, persentase per komponen, analisis rasio keuangan, dan lain-lain.
·         Membandingkan/Mengukur
Langkah berikutnya setelah melakukan perhitungan adalah membandingkan/mengukur. Langkah ini diperlukan guna mengetahui kondisi hasil perhitungan tersebut.
·         Menginterpretasi
Interpretasi merupakan inti dari proses analisa sebagai perpaduan antara hasil pembandingan/pengukuran  dengan kaidah teoritik yang berlaku. Hasil interpretasi mencerminkan keberhasilan maupun permasalahan apa yang dicapai perusahaan dalam pengelolaan keuangan.
·         Solusi
Merupakan langkah terakhir dari rangkaian prosedur analisa. Dengan memahami problem keuangan yang dihadapi perusahaan maka akan ditempuh solusi yang tepat.

Laporan Keuangan yang Diperbandingkan
Dalam analisa laporan keuangan, perincian jumlah sen biasanya dapat dihilangkan. Pembulatan data keuangan dan hasil usaha atau operasi dalalml ribuan atau jutaan rupiah tidak akan mempengaruhi dalam perhitungan ratio, persentase, dan perbandingan karena sifat hubungan itu sebenarnya tidak berubah.

Membandingkan data neraca untuk  dua periode atau lebih bertujuan untuk mengetahui adanya kenaikan atau penurunan jumlah absolut (dalam rupiah) dan dalam persentase. Perubahan ini penting karena dapat memberi petunjuk arah perkembangan kondisi keuangan perusahaan.

Analisa perbandingan tersaebut biasanya juga dilengkapi dengan ratio. Ratio ini dihitung dengan cara membagi jumlah rupiah tahun sedang berjalan dengan jumlah rupiah tahun sebelumnya sebagai tahun dasar. Ratio kurang dari satu berarti jumlah rupiah tahun yang sedang berjalan lebih kecil dari jumlah rupiah tahun dasar, sebaliknya ratio lebih dari satu berarti jumlah rupiah tahun yang sedang berjalan lebih besar dari jumlah rupiah tahun dasar.

Jumlah Kumulatif dan Rata-rata
Analisa perbandingan dapat diperluas dengan menunjukkan jumlah kumulatif  dan angka rata-rata tahunan. Selanjutnya akan dapat dianalisa apakah data yang ada menyimpang dari angka rata-rata tahunan tersebut. Apabila terjadi penyimpangan, kemudian dapat dicari faktor-faktor penyebabnya, dan dapat disimpulkan apakah penyimpangan tersebut menguntungkan atau merugikan.

Interpretasi Laporan Keuangan yang Diperbandingkan
Dari laporan keuangan yang diperbandingkan, dengan menunjukkan perubahannya secara absolut (dalam jumlah rupiah) dan perubahan secara relatif (dalam persen), analisa dapat dilakukan dengan melihat perubahan masing-masing unsur secara individual dan melihat gabungan beberapa unsur yang ada kaitannya. Perbedaan-perbedaan yang terjadi dicari faktor-faktor penyebabnya dan dapat dinilai apakah perubahan-perubahan itu bersifat menguntungkan.

Analisa Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan merupakan analisis dengan jalan membandingkan suatu pos dengan pos laporan keuangan lainnya baik secara individu maupun bersama-sama guna mengetahui hubungan di antara pos-pos tertentu baik dalam neraca maupun laporan laba-rugi. Berikut ini kategori rasio keuangan menurut Weston dan Brigham:
Rasio dan Tujuan Penggunaan :
·         Rasio Likuiditas  Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiabn jangka pendeknya.
·         Rasio Leverage  Untuk mengukur sejauhmana kebutuhan keuangan perusahaan dibelanjai dengan dana pinjaman.
·         Rasio Aktivitas   Untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengoperasikan dana.
·         Rasio Profitabilitas Untuk mengukur efektivitas manajemen yang tercermin pada imbalan hasil dari investasi melalui kegiatan penjulan.
·         Rasio Pertumbuhan        Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kedudukannya dalam pertumbuhan perekonomian dan dalam industri.
·         Rasio Valuasi      Untuk mengukur performance perusahaan secara keseluruhan, karena rasio ini merupakan pencerminan dari rasio resiko dan rasio imbalan hasil
Sedangkan dalam Modul Teori dan Praktik Akuntansi Keuangan USAP Review, Analisis Rasio diuraikan seperti berikut ini:

Profitabilitas
Analisis ini berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam manghasilkan laba dan sejauh mana efektifitas pengelolaan perusahaan pada masa-masa yang lalu. Karena alasan keberadaan sebagian besar perusahaan adalah untuk mendapatkan laba, rasio profitabilitas merupakan salah satu rasio keuangan yang signifikan. Analisis ini meliputi:

·         Marjin Laba atas Penjualan
·         Tingkat Pengembalian atas Total Aktiva
·         Tingkat Pengembalian atas Ekuitas Pemegang Saham
·         Tingkat Pengembalian atas Ekuitas
·         Laba per saham
·         Dividen per saham
·         Tingkat pembayaran dividen
·         Hasil atas Saham Biasa
·         Rasio Harga-Laba
·         Likuiditas

Analisis ini bertujuan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek beserta bunganya pada saat tanggal jatuh tempo. Analisis likuiditas yang paling lazim antara lain sebagai berikut:

·         Rasio Lancar
·         Rasio Cepat
·         Defensive Internal Ratio
·         Solvabilitas

Rasio solvabilitas yang biasanya dihitung adalah sebagai berikut:

·         Rasio Ekuitas Pemegang saham terhadap total kewajiban.
·         Kelipatan bunga terhadap laba
·         Nilai buku per saham
·         Arus kas per lembar
·         Aktivitas

Analisis ini digunakan untuk mengukur sampai sejauh mana efisiensi perusahaan dalam penggunaan aktivanya. Analisis yang sering digunakan adalah:

Perputaran piutang usaha
Jumlah Penjualan Harian dalam piutang
Tingkat perputaran persediaan
Perputaran total aktiva






Referensi :

http://deonfadillah.blogspot.com/2013/04/metode-analisis-laporan-keuangan.html

Jumat, 02 Mei 2014

PRAKTEK PEMBIAYAAN MURABAHAH




Praktek Pembiayaan Murabahah

  Pengertian

Murabahah adalah produk jual beli dengan harga asal ditambah dengan margin keuntungan yang telah disepakati. Produk ini memudahkan nasabah untuk mendapatkan barang yang dibutuhkannya dengan biaya yang relativ murah, yaitu denga margin keuntungan yang telah disepakati antara Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS)  dengan nasabah. Produk ini sangat membantu nasabah yang membutuhkan barang dimana pada saat membutuhkan barang tersebut nasabah tidak memiliki uang tunai. Disini Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS)  dapat membantu dengan produk murabahah. Nasabah akan memenuhi kewajibannya pada saat tertentu yang telah disepakati bersama. sedangkan menurut sudarsono, pembiayaan murabahah adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati antara pihak bank dan nasabah. DalamMurabahah penjual menyebutkan harga peembelian barang pada pembeli. Kemudian ia mensyaratkan atas laba dalam jumlah tertentu. Pada perjanjian Murabahah, bank membiayai pembelian barang yang dibutuhkan oleh nasabahnya dengan membeli barang itu kepada pemasok, dan menjualnya kepada nasabah dengan harga yang ditambah keuntungan atau di mark up.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pembiayaanMurabahah adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang telah disepakati.
    Dasar Hukum Pembiayaan Murabahah
a.       Menurut al-Qur’an
Ayat-ayat yang dapat dijadikan dasar sebagai rujukan dalam akad transaksi Mudharabah adalah:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu, Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
Dalam ayat lain juga dijelaskan:

Orang-orang yang Makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
b.      Menurut al-Hadits
Hadits-hadits Rasul yang dapat dijadikan Rujukan dasar akad transaksi mudharabah adalah :

Dari Rafa’ah Bin Rafie r.a bahwa Rasulullah SAW ditanya pekerjaan apa yang paling mulia, kemudian Rasulullah menjawab: Pekerjaan seseorang yang dilakukan dengan tangannya dan setiap jual beli yang mambur. (HR. Al-Bazzar, Imam Hakim mengkategorikan Sahih)

Dari Abu Sa’id Al-Hudriyyi, bahwa Rasulullah bersabda: Sesungguhnya jual beli itu harus dilakukan secara suka sama suka”. (HR. Al-Baihaqi, Ibnu Majjah, dan sahih menurut Ibnu Hibban)
c.       Menurut Ijma’
Umat Islam telah berkonsensus tentang keabsahan jual beli, karena manusia sebagai anggota masyarakat selalu menginginkan apa yang dihasilkan dan diperoleh oleh orang lain. Oleh karena itu jual beli adalah salah satu jalan untuk mendapatkannya secara sah. Dengan demikian, maka akan menjadi mudah bagi setiap individu atas apa yang dibutuhkan.
Dengan dasar-dasar hukum di atas, dapat disimpulkan bahwa pembiayaan murabahah mempunyai dasar hukum yang tidak diragukan lagi dalam pelaksanaannya di kehidupan sehari-hari.
  Syarat-syarat pembiayaan murabahah
Adapun syarat-syarat Murabahah menurut Antonio adalah sebagai berikut:
a.       Penjual memberitahu biaya modal kepada nasabah.
b.      Kontrak pertama harus sah sesuai dengan rukun yang ditentukan.
c.       Kontrak harus bebas dari Riba.
d.      Penjual harus menjelaskan kepada pembeli apabila terdapat cacat atas barang sesudah pembelian.
e.       Penjual harus menyampaikan semua yang berkaitan dengan pembelian, misalnya pembelian dilakukan secara Hutang.
Secara prinsip, jika syarat dalam (a), (d), dan (e) tidak dipenuhi, maka pembelian memiliki pilihan :
a.       Melanjutkan pembelian seperti adanya.
b.      Kembali kepada penjual dan mengarahkan ketidak setujuan atas barang yang dijual.
c.       Membatalkan kontrak
Dari syarat-syarat pembiayaan murabahah di atas, dapat disimpulkan bahwa pembiayaan murabahah dapat dilakukan apabila terdapat kesepakatan dari kedua belah pihak antara penjual dan pembeli.
  Kaidah dan hal-hal yang berhubungan dengan pembiayaanmurabahah
Menurut Muhammad, ada beberapa kaidah dan hal-hal yang berhubungan dengan pembiayaan murabahah, antara lain:
a.       Murabahah harus digunakan untuk barang-barang yang halal.
b.      Biaya aktual dari barang yang akan diperjual belikan harus diketahui oleh pembeli.
c.       Harus ada kesepakatan kedua belah pihak (penjual dan pembeli) atas harga jual yang termasuk didalam harga pokok penjual (Cost of Good Sold) dan margin keuntungan.
d.      Jika ada perselisihan atas harga pokok penjual, pembeli mempunyai hak untuk menghentikan dan membatalkan perjanjian.
e.       Jika barang yang akan dijual tersebut dibeli dari pihak ketiga maka perjanjian jual beli dengan pihak pertama harus sah menurut syari’at Islam.
f.       Murabahah memegang kunci nomor dua setelah prinsip bagi hasil dalam bank Islam. Murabahah dapat diterapkan dalam:
-         Pembiayaan pengadaan barang.
-         Pembiayaan pengeluaran Later of Credit (LC).
g.      Murabahah akan sangat berguna sekali bagi seseorang yang membutuhkan barang secara mendesak tetapi kekurangan dana pada saat itu ia kekurangan likuiditas. Calon nasabah meminta pada bank agar membiayai pembelian barang tersebut dan bersedia menebusnya pada saat diterima. Harga pemesanan adalah harga beli pokok Plus harga keuntungan yang telah disepakati.

  Implementasi pembiayaan murabahah
Bank syariah dengan menggunakan fasilitas murabahab dapat membiayai nasabah untuk keperluan modal kerja atau pembiayaan perdagangan. Menurut Muhammad, ada beberapa implementasi pembiayaan murabahah antara lain:
Tujuan pembiayaan antara lain:
1.      Bank dapat menerima modal kerja nasabahnya untuk membeli.
a.       Bahan mentah.
b.      Bahan setengah jadi.
c.       Barng jadi.
d.      Stok dan persediaan.
e.       Suku cadang dan penggatian.
2.      Bank dapat pula membiayai penjualan barang atau jasa yang dilakukan oleh nasabahnya. Termasuk didalamnya biaya produksi barang, baik untuk pasar domestik maupun diekspor. Pembiayaan akan meliputi:
a.       Biaya barang mentah.
b.      Tenaga kerja.
c.       Overheads Cost.
d.      Margin keuntungan.
3.      Nasabah dapat pula meminta bank untuk membiayai stok dan persediaan mereka. Keprluan pembiayan mereka ditentukan pada besarnya stok dan persediaannya (Re-Ordering Level). Pembiayaan juga meliputi :
a.       Bahan Mentah.
b.      Tenaga kerja.
c.       Overhead.
4.      Dalam hal ini, diamana para nasabah perlu untuk mengimpor bahan mentah, barang setengah jadi, suku cadang, dan penggantian dari luar negeri menggunakan Letter of Credit, bank dapat membiayai permintaan akan Letter of Credit tersebut dengan menggunakan prinsip murabahah.
5.      Nasabah yang telah mendapatkan kontrak, baik kontrak bakerja maupun kontrak pemasukan barang, dapat juga meminta pembiayaan dari bank. Kemudian bank dapat membiayai keperluan ini dengan prinsip murabahah dan untuk itu bank dapat meminta Surat Permintaan Kerja (SKP) dari nasabah yang bersangkutan.
Dari beberapa implementasi diatas, dapat disimpulkan bahwa pembiayaan murabahah digunakan untuk beberapa keperluan, di ntaranya seprti modal kerja, biaya penjualan barang atau jasa, biaya akan stok atau persediaan, pemintaan biaya akan Letter of Credit dan biaya akan mendapatkan kontrak baik kontrak kerja maupun kontrak pemasukan barang.
   Kesimpulan
Koprasi Jasa Keuangan Syariah atau Pebankan Syariah lainnya di Indonesia saat ini menggunakan akad murabahah sebagai salah satu produk utama pembiayaannya. Hal ini dikarenakan oleh sistem dan teknik penghitungannya yang lebih mudah dicerna baik oleh nasabah maupun oleh pihak bank, sehingga aspek kejelasan lebih mengedepan.
Murabahah merupakan pembiayaan yang memposisikan nasabah sebagai pembeli dan bank sebagai penjual, dan operasionalmurabahah ini murni menggunakan rukun dan syarat jual beli, dimana terdapat beberapa hal yang harus ada dalam transaksi jual beli tersebut. Harus ada penjual, pembeli, objek yang diperjual belikan, ada ijab dan qabul serta ada akad yang menyertai perjanjian jual beli ini.
Melalui Fatwa DSN No. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang murabahah, Dewan Syariah Nasional telah memberikan ijin operasional sesuai syariah terhadap produk pembiayaan murabahah. Dengan spirit Surat Al-Baqarah ayat 275 yang menyatakan bahwa Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba, serta beberapa ayat lainnya yang terdapat dalam Al-Quran, Murabahah ini di daulat menjadi kunci dari seluruh kebutuhan nasabah akan produk pembiayaan syariah.
Seperti contoh, jika nasabah membutuhkan pembiayaan untuk membeli bahan bangunan guna merenovasi rumahnya, nasabah akan mengajukan daftar pembelian barang yang berisikan kebutuhan-kebutuhan material bangunan yang akan dimanfaatkan oleh nasabah. Secara konsep, Bank Syariah akan membelikan barang-barang yang dimintakan oleh nasabah tersebut, yang kemudian akan di jual kembali kepada nasabah dengan menambahkan keuntungan atau margin bank. Sehingga dalam transaksinya akan ada harga beli (harga pokok pembelian barang), ada margin (keuntungan yang diambil oleh bank), serta ada harga jual (harga pokok ditambah dengan margin keuntungan).

Praktek penghitungan profit

Pembiayaan Murabahah merupakan pembiayaan yang pembayarannya dilakukan secara berkala sesuai dengan perjanjian yang dibuat antara penjual dan pembeli. Pembiayaan Murabahah juga mengandung resiko yang cukup tinggi dibandingkan produk-produk lainnya. Margin keuntungan merupakan balas jasa pembiayaan yang diberikan nasabah kepada perusahaan karena kenaikan harga akibat pembelian secara mengangsur. Jadi, besarnya pembayaran angsuran merupakan jumlah pokok pembiayaan ditambah dengan margin keuntungan. Perhitungan margin keuntungan dengan membandingkan dua metode yaitu metode flat dan metode sliding. Dengan melakukan analisis pada metode flat tingkat margin keuntungan untuk 12 kali angsuran adalah 17% pa, tingkat margin keuntungan untuk 24 dan 36 kali angsuran adalah 17,5% pa dan tingkat margin keuntungan untuk 48 kali angsuran adalah 18% yang sama dengan metode sliding diperoleh pendapatan margin keuntungan dan jumlah pembayaran angsuran yang cukup berbeda. Untuk itu selisih pendapatan margin keuntungan untuk kedua metode tersebut yaitu metode flat dan metode sliding cukup berbeda. Berkisar Rp. 11.747.500 untuk 12 kali angsuran, Rp. 12.578.185 untuk 24 kali angsuran, Rp. 12.760.416,7 untuk 36 kali angsuran, Rp. 13.218.468,5 untuk 48 kali angsuran. Dari selisih pendapatan margin keuntungan tersebut pada periode 12 kali angsuran dengan tingkat margin keuntungan 17% yang paling mendekati sama untuk mendapatkan pendapatan angsuran margin keuntungan.
DAFTAR PUSTAKA


1.      Antonio, Bank Syari’ah dari Teori ke Praktik, Jakarta: Gema Insani, 2011.

2.      Harniawati, Labib, Risalah Fiqh Islam, Surabaya: Bintang Usaha Jaya, 2005.

3.      Johannes Ibrahim, Mengupas Tuntas Kredit Komersial dan Konsumtif dalam Perjanjian Kredit Bank (Perspektif Hukum dan Ekonomi), Bandung: Mandar Maju, 2004.

4.      Jusup, Haryono. Dasa-Dasar Akuntansi Jilid Satu, Yogyakarta: STIE YKPN, 2005.

5.      Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta: Rajawali Press, 2011.

6.      Kasmir, Pemasaran Bank. Jakarta: Prenada Media, 2004.

7.      Lokakarya perbankan Syari’ah, Yogyakarta: Tazkia Institut, 1999.

8.      Muhammad, Bank Syari’ah Analisa Kekuasaan, Peluang, Kelemahan Dan Ancaman, Yogjakarta: Ekonisia, 2004.

9.      Muhammad, Manajemen Bank Syari’ah, Yogyakarta: UPP AMD YKPN, 2002.

1.  Muhammad, Manajemen Dana Bank Syari’ah. Yogjakarta: Ekonisia, 2004.

1.  Muljono, Teknik Penggawasan Pembiayaan, Jakarta: Bumi Aksara, 1996.